Seri 2: Membedah Tapa — Bukan di Gua, Melainkan di Tengah Kota
Om Swastyastu, Seri 2: Membedah Tapa — Bukan di Gua, Melainkan di Tengah Kota Dalam tulisan sebelumnya, kita telah menyentuh bagaimana Tapa adalah "api" yang memurnikan. Sastra Sarasamuccaya (Sloka 164) menyebutkan: " Tapa ngaranya kasatyaning manah, tatan kagiwang dening indriya." Artinya, Tapa adalah keteguhan hati yang tidak tergoyahkan oleh godaan indria (hawa nafsu). "Sebagaimana kita bahas di Seri 1, Tapa adalah 'api' yang harus mulai kita nyalakan sejak dini. Tapa bukan proyek masa tua, melainkan disiplin hidup yang harus dimulai sejak seseorang memasuki fase produktif, mulai bekerja, atau membangun rumah tangga, di sanalah Tapa sesungguhnya dimulai. Tapa adalah modal utama agar kita tidak tersesat dalam gelombang Artha dan Kama yang begitu kuat di masa muda." Namun, jangan salah sangka bahwa Tapa hanya milik mereka yang sudah di puncak karir atau sedang bertapa di gunung. Tapa sebenarnya adalah disiplin yang tumbuh bersama kita. Di masa mud...