Postingan

Menampilkan postingan dengan label Tumpek wayang

Bayangan yang Menuntun Cahaya

  Bayangan yang Menuntun Cahaya (Perenungan tentang Tumpek Wayang dan Sapu Leger) Dalam pertunjukan wayang, yang terlihat oleh penonton hanyalah bayangan di layar. Namun di balik bayangan itu ada cahaya lampu, ada dalang yang menggerakkan cerita, dan ada waktu yang menentukan kapan sebuah kisah dimulai dan berakhir. Leluhur Bali sering menggunakan wayang sebagai cermin kehidupan manusia: kita berjalan di antara cahaya dan bayangan, belajar mengenali diri agar tidak tersesat dalam permainan dunia. Om Swastyastu Pagi itu desa masih diselimuti udara lembut setelah hujan semalam. Dari kejauhan terdengar suara gamelan pelan dari pura. Hari itu adalah Tumpek Wayang, hari yang bagi sebagian orang dianggap penuh makna, tetapi bagi generasi muda sering kali terasa seperti sekadar tradisi. Wira, seorang anak muda yang sedang pulang ke desa, berjalan bersama kakeknya. “Ke,” tanyanya tiba-tiba, “mengapa kita merayakan Tumpek Wayang? Bukankah itu hanya tradisi lama?” Kakeknya tersenyu...