Burung Cendrawasih sebagai Simbol Pengantar Roh: Ibas-Ibas dalam Upacara Ngaben Bali
Burung Cendrawasih sebagai Simbol Pengantar Roh: Ibas-Ibas dalam Upacara Ngaben Bali Abstrak Dalam upacara Ngaben (pembakaran jenazah) di Bali, khususnya yang menggunakan bade (menara pengusung), terdapat struktur ritual bernama Ibas-Ibas berbentuk burung Cendrawasih yang dibawa oleh seorang sulinggih (pendeta) di puncak menara (“Memanjang”). Simbol ini memiliki makna filosofis mendalam dalam prosesi pitra yadnya (upacara untuk leluhur). Tulisan ini membahas landasan sastra, fungsi, dan makna burung Cendrawasih sebagai sarana pengantar roh (atman) menuju alam leluhur (pitraloka) dalam perspektif Hindu Dharma Bali. 1. Pendahuluan Upacara Ngaben merupakan bagian dari Pitra Yadnya, yaitu korban suci yang ditujukan kepada roh leluhur. Dalam prosesi ini, bade (menara bertingkat) berfungsi sebagai wahana simbolis untuk membawa jenazah menuju tempat pembakaran. Di puncak bade, sering terdapat replika burung Cendrawasih yang disebut Ibas-Ibas (atau Paksi Walaka). Struktur ini tidak hanya...