Pawiwahan: Ikrar Gṛhasta Āśrama, Melunasi Pitra Rna dengan Yathā Śakti Kāyika Dharma
Pawiwahan: Ikrar Gṛhasta Āśrama, Melunasi Pitra Rna dengan Yathā Śakti Kāyika Dharma (Mungkah Lawang dan Rangkaian Prosesi pawiwahan) Bapak, Ibu, Umat Sedharma yang terhormat, Upacara Pawiwahan dalam Hindu Bali melampaui makna perayaan sosial. Ia adalah pelaksanaan Yadnya tertinggi (Yadnya utama), yang menandai transisi suci seorang individu ke dalam Gṛhasta Āśrama (tahapan kehidupan berumah tangga). Landasan Pawiwahan ini sangat kokoh, berakar pada ajaran Manawa Dharmasastra yang mewajibkan pasangan untuk menjalani ikatan suci Satya Laki Rabi (kesetiaan suami istri) sebagai sarana untuk melunasi Tri Rna , khususnya Pitra Rna (hutang kepada leluhur) melalui kelahiran Suputra (keturunan yang berbudi luhur). Pawiwahan adalah penegasan di hadapan Tri Saksi (Dewa, Bhuta, dan Manusa Saksi) bahwa ikatan ini sah secara spiritual, alamiah, dan sosial, memastikan kehidupan rumah tangga dijalankan sesuai garis Dharma. I. Landasan Filosofis Pawiwahan Filosofi inti Pawiwahan ...