Postingan

Menampilkan postingan dengan label sundarigama

Kemanunggalan Sastra Nyepi- Klarifikasi Sastra: Meluruskan Pemahaman Lontar Sundarigama melalui Validasi Naskah Autentik

Kemanunggalan Sastra Nyepi Klarifikasi Sastra: Meluruskan Pemahaman Lontar Sundarigama melalui Validasi Naskah Autentik Prawacana Belakangan ini, muncul kegelisahan di tengah umat mengenai waktu pelaksanaan Nyepi. Banyak yang mempertanyakan apakah praktik kita saat ini sudah sesuai dengan sastra, ataukah kita selama ini terjebak dalam kekeliruan tafsir? Tulisan ini hadir untuk meluruskan polemik tersebut bukan dengan opini, melainkan dengan fakta naskah primer yang tersimpan di lembaga-lembaga otoritas literasi Bali. 1. Akar Masalah: "Dua Halaman yang Hilang" Polemik mengenai waktu Nyepi sebenarnya bersumber dari satu masalah teknis yang fatal: Ketidaklengkapan naskah yang beredar luas. Penelitian filologis terbaru, salah satunya dipaparkan oleh peneliti lontar Sugi Lanus , mengungkapkan bahwa banyak buku terjemahan atau salinan Lontar Sundarigama di media daring ternyata kekurangan dua lembar (lempir) krusial. Pada naskah yang tidak lengkap ini, teks seolah-olah melo...