Peringatan Nyepi saat ini sudah sesuai sastra, Kemanunggalan Sastra
Kemanunggalan Sastra Nyepi Sintesis Sastra: Menakar Sinkretisme Sundarigama, Aji Swamandala, dan Sri Jaya Kasunu Oleh: Ki Kakua, Gunung Siku, Malam tahun baru 2026 Prawacana: "Menghaturkan sembah pangaksama (permohonan maaf) di hadapan Ida Sang Hyang Kawi, para penulis suci yang telah mewariskan cahaya melalui aksara. Tulisan ini disusun bukan untuk membandingkan, melainkan untuk merajut kembali helai-helai kearifan yang tertuang dalam Lontar Sundarigama, Aji Swamandala, dan Sri Jaya Kasunu. Dengan memadukan ketepatan perhitungan kala (waktu) dan kedalaman ajaran tattwa (filosofi), kita akan menemukan sebuah kemanunggalan ritual yang membuktikan bahwa perayaan Nyepi di Bali adalah mahakarya spiritual yang utuh dan tak tergoyahkan” Pendahuluan Perdebatan mengenai waktu pelaksanaan Nyepi sering kali muncul akibat pembacaan tekstual tunggal terhadap satu sumber. Namun, bagi para pengkaji mreta (sastra suci kehidupan), pelaksanaan Nyepi di Bali adalah sebuah mahakarya keari...